Wednesday, November 2, 2011

IBU YANG BAIK DAN PENYIHIR JAHAT

Ditepi sebuah hutan hiduplah seorang ibu bersama seorang anaknya yang masih kecil, mereka tinggal sendiri setelah suami ibu itu meninggal karena sakit. Untuk menghidupi keluarganya dengan dibantu anaknya sang ibu mencari kayu bakar di hutan untuk dia jual di kota, begitulah mereka hidup dengan sederhana dan bersahaja. Namun sesuatu yang sangat buruk terjadi ketika rumah mereka sering didatangi oleh seorang penyihir jahat yang menginginkan anak sang ibu itu, penyihir itu menginginkan anak sang ibu untuk dia jadikan korban agar kesaktiannya semakin hebat, namun setiap kali penyihir itu datang sang ibu selalu menolaknya walaupun penyihir jahat itu menawarkan berbagai macam perhiasan dan uang yang sangat banyak .

Setelah berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan anak itu gagal maka penyihir itupun mulai meminta dengan paksa bahkan sampai mengancam untuk membunuh sang ibu itu tapi ternyata sang ibu tidak takut dengan ancaman penyihir jahat itu dan karena begitu besar rasa sayangnya pada sang anak dia akan melawan penyihir itu dengan cara apapun.
Beberapa kali sudah penyihir itu mengirimkan ular-ular beracun untuk membunuh sang ibu tapi ternyata selalu gagal dan ular- ular itu berhasil di bunuh oleh sang ibu, tidak menyerah dengan usaha mengirim ular maka penyihirpun mengirim kalajengking beracunnya tapi sekali lagi kalajengking itupun gagal membunuh sang ibu malah akhirnya mati di tangan sang ibu.
Merasa semua usaha liciknya gagal untuk mendapatkan anak sang ibu, penyihir jahat berencana membunuh sang ibu dengan tangannya sendiri dan mengambil anak itu secara paksa namun ternyata rencana itu sudah diperhitungkan oleh sang ibu dan sang ibupun menyusun rencana agar anaknya selamat dari penyihir jahat itu, dia tahu bahwa bila hal itu terjadi maka mustahil baginya untuk melawan penyihir sakti yang jahat itu, satu-satunya hal yang dia tahu adalah bahwa penyihir itu akan mati bila menelan daun pahit, ya daun pahit, namun bagaimana caranya agar penyihir itu mau makan daun pahit itu ?
Pada malam bulan purnama seperti biasa penyihir itu akan berubah menjadi raksasa yang tinggi besar dan itulah waktunya dia mencari korban, sang ibupun bersiap, dia menyembunyikan banyak daun pahit didalam bajunya dan dengan hati-hati dia menyembunyikan anaknya di tempat yang aman, sang ibu kemudian kembali ke rumah dan menunggu penyihir jahat itu datang . Tak lama kemudian tanahpun bergetar dan suara tapak kaki besar terdengar, raksasa sudah datang, dengan berani tak kenal takut sang ibu tetap berdiam di depan rumahnya menunggu raksasa itu datang .
“Ha..ha… ha…. Ibu keras kepala aku datang ha..ha..ha.. !” Teriak raksasa, namun sang ibu tidak lari ketakutan dan malah menantang : “Hai raksasa jahat kalau kau mau anakku maka akan aku berikan tapi kau harus memakan aku dulu, bagaimana kau setuju ?” Mendengar jawaban sang ibu yang menantang itu raksasa semakin marah dan bertambah ganas : “Baik aku akan makan kalian berdua !” Segera setelah berkata demikian raksasa itupun membuka mulutnya lebar-lebar hendak memakan sang ibu namun dengan sangat cekatan sang ibu mengambil semua daun pahit yang dia simpan dan dia lemparkan ke dalam mulut raksasa jahat itu. Raksasapun terkejut namun sudah terlambat, daun pahit itu telah dia telan dan tak lama kemudian dia menggelepar, berteriak sangat kuat dan akhirnya jatuh ke tanah, raksasa itu perlahan berubah wujud menjadi penyihir jahat, dengan bernafas lega sang ibupun merasa senang karena sekarang dia dan anaknya dapat hidup dengan tenang dan damai.

No comments: